Secara
historis hubungan pemerintah indonesia dengan dengan kedua negara yang sedang
berselisih di semenjung korea tidak perlu di ragukan lagi. hal itu juga di
sampaikan oleh Menteri Pertahanan Spanyol
Pedro Morenes Eulate di selal-sela kunjungan kenegaraanya di kantor kementrian
pertahanan jakarta Rabu (13/2/2013), ketika dimintai keterangan mengenai
isu yang berkembang di semenjung korea dia menyebutkan; "Pemerintah
Spanyol sangat jelas dalam menanggapi hal itu, Kami mengecam sangat keras hal
tersebut (uji coba nuklir)" "Morenes turut berkomentar mengenai
kinerja RI yang dinilai memiliki
kontribusi baik dalam perdamaian dan stabilitas kawasan. apalagi menurutnya
pihak Korut sebagai pihak yang mengancam keamanan internasional. Hal yang sama
juga pernah terucap oleh Menlu Australia,
Bob Carr, dan Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith Kamis
pada kuncungan
sebelumya(04/04).
"Indonesia negara yang aktif
mempromosikan stabilitas dan perdamaian di dunia dan Korut selalu mengancam.
Ancaman itu tidak hanya berlaku pada regioanal dan nasional namun pada dunia
internasional".
Hubungan baik inilah yang semestinya
dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia sebagai modal besar terhadap peran luar
negeri Indonesia.
ini juga ditegaskan oleh Pakar kebijakan politik dan
hubungan luar negeri, Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Dewi Fortuna Rabu (3/4) Anwar mengatakan, 'setidaknya Indonesia dapat
menjadi fasilitator.
Menurut dia, Jakarta memiliki kerja sama
perdagangan yang erat dengan Seoul, Di sisi lain, rezim di Pyongyang menganggap
Jakarta adalah salah satu negara sahabat terbaik'.
Dan menurut kacamata saya sendiri ''Indonesia
perlu dan bisa terlibat mendamaikan suasana,'' Krisis di semenanjung
Korea semakin memanas pasca pernyataan perang dari Korut, Sabtu (30/3)
lalu, Dua bangsa serumpun ini terancam akan kembali memasuki arena
mematikan setelah sekian lama cukup adem ayem di bawah pakta gencatan senjata
1953 hal ini juga akan diperparah bahwa akan ada Banyak negara akan
terlibat dalam ancaman perang kali ini. sebut saja beberapa negara dibelakang
korea selatan seperti Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara anggota NATO dan
sekutu-sekutu lamanya, serta di belakang korea selatan ada beberapa negara
sekutu lamanya seperti rusia, cina kekhawatiran itu akan sangat nyata apabila
negara-negara itu ikut ambil bagian dalam perpecahan ini. bukanya tidak
berdasar, bahkan AS secara ekplisit dipublikasikan oleh KORUTsebagai sasaran
tembak utama serangannya kali ini, sebagai negara komandan utama
pemberian sanksi bagi Korut di PBB sudah bukan rahasia lagi bila aroma DENDAM
DAN AMARAH sangat kental kepada AS dan KORSEL ancaman Korut kali ini tidak biasa dan sulit
ditebak, diluar semua itu sebenarnya apa yang dilakukan RUSIA dan CINA
sudah sangat baik dalam menanggapi keterlibatan AS di semenjung KOREA,
beruntung mereka belum melibatkan diri, tapi sikap RUSIA dan CINA sebenarnya
sudah bisa terbaca, mereka menunjukan kedewasaanya dalam berdiplomasi dan sikap
politik luar negeri, kedua negara ini sebenarnya juga sudah sangat gerah pada
keterlibatan AS di ASIA PASIFIK, mereka juga sedang mengikuti perkembanganya
dengan harap-harap cemas, ketakutan RUSIA DAN CINA bukanya tidak beralasan
mereka takut bahwa kondisi regional asia pasifik mengerikan, bahwa seolah
mereka menghidupkan kembali BARA API PD II yang belum sepenuhnya mati, dan masuk
dalam pancingan AS, "mereka
(rusia dan cina) tahu sekali bahwa keinginan AS adalah keterlibata mereka tapi
kedewasaan berdiplomasi CINA dan RUSIA tidak diragukan lagi, mereka menekankan
bahwa mereka tidak akan memberikan apa yang AS inginkan'' bahkan CINA ambil
untung dari kesibukan AS, dengan fokus pada pada laut sengketa dengan bebrapa
negara di asia tenggara yaitu LAUT CINA SELATAN"
Menurut pandangan saya apa yang terjadi di
semenjung korea adalah mengenai apa yang di lakukan baik KORSEL maupun KORUT,
korea selatan bermaksud melakukan pebelaan terhadap AS sehingga KORSEL terlibat
langsung di sini, latihan perang skala besar AS dan KORSEL di semenjung
korealah yang membuat KORUT sangat GERAM bukan kepalang, ditambah lagi ketidak dewasaan KORUTlah
membuat issue yang beredar sampai sebesar ini “sampai-sampai akan mengunakan
senjata NUKLIR segala senjata yang selama ini di larang keberadaanya oleh PBB
dan organisasi regional lain di dunia” sombong sekali kisanak! Anda pikir
apa? Negara yang dipandang ketingalan penguasaan teknologinya seperti indonesia
sudah sejak lama atau dari abad sebelumya ( abad ke-19) apabila indonesia mau
membuat senjata NUKLIR!, siapa sih yang meregukan indonesia? negara yang sudah
memiliki perusahaan sebagai produsen pesawat terbang kelas dunai sejak abad
ke-19 yang dulu di berinama PTPN dan sekarang PT. Dirgantara indonesia yang
dulunya bersaing ketat dengan produsen pesawat terbang dunia seperti AIRBUS dan
BOING akhirnya harus mati akibat resesi ekonomi global dan kebijakan sepihak
IMF, tapi apa yang dilakukan indonesia? Indo sangat konsisten dalam
mempromosikan perdamaian dunia di berbagai forum internasional, dan ikut serta
dalam pengiriman pasukan perdamaian dunia. “Jangan seperti itulah KORUT kita
sebagai negara harusnya mengedepankan perdamaian dan kesejahteraan rakyat!”
Indonesia juga dipandang sangat berpengalaman
dalam penanganan masalah yang hampir sama, khususnya di kawasan ASEAN indonesia
yang beberapa kali bersengketa atau sempat panas dengan serumpunya yaitu malaysia, namun beberapa kali juga bisa
diatasi oleh kedewasaan diplomasi indonesia, namun sebaliknya serumpunya yang
notabenne adalah adiknya terus memeras kakanya, namun indo bersikap santay menerima
provokasi itu padahal isue itu sangat kompleks mulai dari karena masalah kebijakan-kebijakan
seperti TKI, tapal BATAS, sampai pada PENCAPLOKAN WILAYAH (simpadan, ligitan sampai
pada kepulauan SEBATIK, NATUNA), untung saja indonesia sebagai kakak yang
rendah hati dan masih mentolerir serta sangat mengayomi adeknya tersebut
(MALAYSIA). Maklum masih muda dan belum dewasa masih perlu banyak belajar, ketidak
dewasaan adiknya itu bisa di lihat ketika salah satu perwakilan anggota pertahana malaysia ketika
mengetahuai banhwa indo baru saja memesan RATUSAN tank kelas berat jenis
LEOPARD dari JERMAN apalagi ketika mengetahui bahwa tank-tank seberat 60 ton
itu akan di tempatkan di dekat daerah sengketa yaitu KALIMANTAN BARAT,
membuatnya geram dan mengumumkan secara ekplisit kepada rekan-rekan media di
BANDUNG (JAWA BARAT) bahwa mereka juga sedang dalam pemesanan KAPAL SELAM kelas
berat dari salah satu produsen KS terkemukan dari daratan eropa (tidak di
sebutkan), tapi indo sudah bisa memastikan kapal selam apa itu? Dari mana itu?,
indonesia sudah bersiap mengantisifasi DOKTRIN TETANGGA itu dengan memesan
beberapa kapal selam kelas ringat, kapal anti radar, kapal cepat kawal rudal, beberapa
heli anti kapal selam, dan lusinan jet tempur kelas berat akan berdatangan,
unit radar, UAV pesawat tanpa awak tidak terdeteksi radar, dan yang paling
menakutkan adalah rudal-rudal yang ada di DARAT, LAUT (DALAM DAN PERMUKAAN),
UDARA, serta rudal anti kapal selam dan kapal permukaan yaitu rudal kelas yakout
Membuat kapal-kapal apapun yang sifatnya militer OGAH untuk sekedar melintas
atau bertemu dengan ANGGOTA TNI, apalagi berniat mau memprovokasi karena mereka
tahu bakal tengelam dalam hitungan menit. TUJUANYA hanya satu mewujutkan
harmonisasi kawasan serta perdamaian dunia secara keseluruhan.
Jadi bisa dipastika keterlibatan indonesia
yang bersikap NETRAL kepada kedua belah pihak KORSEL dan KORUT akan dapat
meredam ketegangan antara keduanya dikareanakan modal diplomasi yang NETRAL dan
hubungan baik dengan keduanya membuat kepercayaan publik terhadap keterlibatan
indo tidak akan memperkeruh suasana di semenjung korea itu, disamping itu juga
pengalaman yang hampir sama juga pernah dirasakan indonesia ketika bersengketa
dengan serumpun melayunya yaitu malaysia sekaligus unuk mebuktikan peranan
indonesia bagi perdamaian asia pasifik dan global pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar