Rabu, 10 April 2013

DIPLOMASI DAN PENGALAMAN ADALAH MODAL PENTING BAGI INDONESIA UNTUK MEREDAM SENGKETA DI SEMENJUNG KOREA


Secara historis hubungan pemerintah indonesia dengan dengan kedua negara yang sedang berselisih di semenjung korea tidak perlu di ragukan lagi. hal itu juga di sampaikan oleh Menteri Pertahanan Spanyol Pedro Morenes Eulate di selal-sela kunjungan kenegaraanya di kantor kementrian pertahanan jakarta Rabu (13/2/2013), ketika dimintai keterangan mengenai isu yang berkembang di semenjung korea dia menyebutkan; "Pemerintah Spanyol sangat jelas dalam menanggapi hal itu, Kami mengecam sangat keras hal tersebut (uji coba nuklir)" "Morenes turut berkomentar mengenai kinerja RI yang dinilai memiliki kontribusi baik dalam perdamaian dan stabilitas kawasan. apalagi menurutnya pihak Korut sebagai pihak yang mengancam keamanan internasional. Hal yang sama juga pernah terucap oleh Menlu Australia, Bob Carr, dan Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith Kamis pada kuncungan sebelumya(04/04).
"Indonesia negara yang aktif mempromosikan stabilitas dan perdamaian di dunia dan Korut selalu mengancam. Ancaman itu tidak hanya berlaku pada regioanal dan nasional namun pada dunia internasional".
Hubungan baik inilah yang semestinya dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia sebagai modal besar terhadap peran luar negeri Indonesia.
ini juga ditegaskan oleh Pakar kebijakan politik dan hubungan luar negeri, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dewi Fortuna  Rabu (3/4) Anwar mengatakan, 'setidaknya Indonesia dapat menjadi fasilitator.
Menurut dia, Jakarta memiliki kerja sama perdagangan yang erat dengan Seoul, Di sisi lain, rezim di Pyongyang menganggap Jakarta adalah salah satu negara sahabat terbaik'.
Dan menurut kacamata saya sendiri ''Indonesia perlu dan bisa terlibat mendamaikan suasana,'' Krisis di semenanjung Korea semakin memanas pasca pernyataan perang dari Korut, Sabtu (30/3) lalu, Dua bangsa serumpun ini terancam akan kembali memasuki arena mematikan setelah sekian lama cukup adem ayem di bawah pakta gencatan senjata 1953 hal ini juga akan diperparah bahwa akan ada Banyak negara akan terlibat dalam ancaman perang kali ini. sebut saja beberapa negara dibelakang korea selatan seperti Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara anggota NATO dan sekutu-sekutu lamanya, serta di belakang korea selatan ada beberapa negara sekutu lamanya seperti rusia, cina kekhawatiran itu akan sangat nyata apabila negara-negara itu ikut ambil bagian dalam perpecahan ini. bukanya tidak berdasar, bahkan AS secara ekplisit dipublikasikan oleh KORUTsebagai sasaran tembak utama serangannya kali ini,  sebagai negara komandan utama pemberian sanksi bagi Korut di PBB sudah bukan rahasia lagi bila aroma DENDAM DAN AMARAH sangat kental kepada AS dan KORSEL ancaman Korut kali ini tidak biasa dan sulit ditebak, diluar semua itu sebenarnya apa yang dilakukan RUSIA dan CINA sudah sangat baik dalam menanggapi keterlibatan AS di semenjung KOREA, beruntung mereka belum melibatkan diri, tapi sikap RUSIA dan CINA sebenarnya sudah bisa terbaca, mereka menunjukan kedewasaanya dalam berdiplomasi dan sikap politik luar negeri, kedua negara ini sebenarnya juga sudah sangat gerah pada keterlibatan AS di ASIA PASIFIK, mereka juga sedang mengikuti perkembanganya dengan harap-harap cemas, ketakutan RUSIA DAN CINA bukanya tidak beralasan mereka takut bahwa kondisi regional asia pasifik mengerikan, bahwa seolah mereka menghidupkan kembali BARA API PD II yang belum sepenuhnya mati, dan masuk dalam pancingan AS, "mereka (rusia dan cina) tahu sekali bahwa keinginan AS adalah keterlibata mereka tapi kedewasaan berdiplomasi CINA dan RUSIA tidak diragukan lagi, mereka menekankan bahwa mereka tidak akan memberikan apa yang AS inginkan'' bahkan CINA ambil untung dari kesibukan AS, dengan fokus pada pada laut sengketa dengan bebrapa negara di asia tenggara yaitu LAUT CINA SELATAN"
Menurut pandangan saya apa yang terjadi di semenjung korea adalah mengenai apa yang di lakukan baik KORSEL maupun KORUT, korea selatan bermaksud melakukan pebelaan terhadap AS sehingga KORSEL terlibat langsung di sini, latihan perang skala besar AS dan KORSEL di semenjung korealah yang membuat KORUT sangat GERAM bukan kepalang,  ditambah lagi ketidak dewasaan KORUTlah membuat issue yang beredar sampai sebesar ini “sampai-sampai akan mengunakan senjata NUKLIR segala senjata yang selama ini di larang keberadaanya oleh PBB dan organisasi regional lain di dunia” sombong sekali kisanak! Anda pikir apa? Negara yang dipandang ketingalan penguasaan teknologinya seperti indonesia sudah sejak lama atau dari abad sebelumya ( abad ke-19) apabila indonesia mau membuat senjata NUKLIR!, siapa sih yang meregukan indonesia? negara yang sudah memiliki perusahaan sebagai produsen pesawat terbang kelas dunai sejak abad ke-19 yang dulu di berinama PTPN dan sekarang PT. Dirgantara indonesia yang dulunya bersaing ketat dengan produsen pesawat terbang dunia seperti AIRBUS dan BOING akhirnya harus mati akibat resesi ekonomi global dan kebijakan sepihak IMF, tapi apa yang dilakukan indonesia? Indo sangat konsisten dalam mempromosikan perdamaian dunia di berbagai forum internasional, dan ikut serta dalam pengiriman pasukan perdamaian dunia. “Jangan seperti itulah KORUT kita sebagai negara harusnya mengedepankan perdamaian dan kesejahteraan rakyat!”
Indonesia juga dipandang sangat berpengalaman dalam penanganan masalah yang hampir sama, khususnya di kawasan ASEAN indonesia yang beberapa kali bersengketa atau sempat panas dengan serumpunya yaitu malaysia, namun beberapa kali juga bisa diatasi oleh kedewasaan diplomasi indonesia, namun sebaliknya serumpunya yang notabenne adalah adiknya terus memeras kakanya, namun indo bersikap santay menerima provokasi itu padahal isue itu sangat kompleks mulai dari karena masalah kebijakan-kebijakan seperti TKI, tapal BATAS, sampai pada PENCAPLOKAN WILAYAH (simpadan, ligitan sampai pada kepulauan SEBATIK, NATUNA), untung saja indonesia sebagai kakak yang rendah hati dan masih mentolerir serta sangat mengayomi adeknya tersebut (MALAYSIA). Maklum masih muda dan belum dewasa masih perlu banyak belajar, ketidak dewasaan adiknya itu bisa di lihat ketika salah satu  perwakilan anggota pertahana malaysia ketika mengetahuai banhwa indo baru saja memesan RATUSAN tank kelas berat jenis LEOPARD dari JERMAN apalagi ketika mengetahui bahwa tank-tank seberat 60 ton itu akan di tempatkan di dekat daerah sengketa yaitu KALIMANTAN BARAT, membuatnya geram dan mengumumkan secara ekplisit kepada rekan-rekan media di BANDUNG (JAWA BARAT) bahwa mereka juga sedang dalam pemesanan KAPAL SELAM kelas berat dari salah satu produsen KS terkemukan dari daratan eropa (tidak di sebutkan), tapi indo sudah bisa memastikan kapal selam apa itu? Dari mana itu?, indonesia sudah bersiap mengantisifasi DOKTRIN TETANGGA itu dengan memesan beberapa kapal selam kelas ringat, kapal anti radar, kapal cepat kawal rudal, beberapa heli anti kapal selam, dan lusinan jet tempur kelas berat akan berdatangan, unit radar, UAV pesawat tanpa awak tidak terdeteksi radar, dan yang paling menakutkan adalah rudal-rudal yang ada di DARAT, LAUT (DALAM DAN PERMUKAAN), UDARA, serta rudal anti kapal selam dan kapal permukaan yaitu rudal kelas yakout Membuat kapal-kapal apapun yang sifatnya militer OGAH untuk sekedar melintas atau bertemu dengan ANGGOTA TNI, apalagi berniat mau memprovokasi karena mereka tahu bakal tengelam dalam hitungan menit. TUJUANYA hanya satu mewujutkan harmonisasi kawasan serta perdamaian dunia secara keseluruhan.
Jadi bisa dipastika keterlibatan indonesia yang bersikap NETRAL kepada kedua belah pihak KORSEL dan KORUT akan dapat meredam ketegangan antara keduanya dikareanakan modal diplomasi yang NETRAL dan hubungan baik dengan keduanya membuat kepercayaan publik terhadap keterlibatan indo tidak akan memperkeruh suasana di semenjung korea itu, disamping itu juga pengalaman yang hampir sama juga pernah dirasakan indonesia ketika bersengketa dengan serumpun melayunya yaitu malaysia sekaligus unuk mebuktikan peranan indonesia bagi perdamaian asia pasifik dan global pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar